LP2MUNMUL - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman melalui Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) telah melaksanakan kegiatan webinar Pembekalan Pertama Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 47 tahun 2021 bertema Desa Tangguh Penyangga Ibukota Negara, Sabtu (1/5/2021).

Kegiatan ini dihadiri sekitar 300 peserta via Zoom meeting dan sekitar 2.083 peserta via youtube. Mereka terdiri dari para undangan yakni Wakil Dekan Bidang Akademik, Para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan seluruh mahasiswa/i peserta KKN dari berbagai Fakultas yang ada di lingkungan Universitas Mulawarman. Webinar ini dimoderatori oleh Dina Lusiana, M.Kes.

Pada kesempatan tersebut, Ketua LP2M,  Anton Rahmadi, Ph.D memberikan sambutannya sekaligus juga membuka kegiatan webinar pembekalan. Anton mengatakan bahwa program KKN tahun ini lebih mengarah pada aspek sosial karena temanya adalah tentang Ibu Kota Negara. Ia menjelaskan peserta KKN angkatan 47 tahun 2021 ini mencapai  2478 mahasiswa. Ia terdiri dari 12 fakultas dan 49 program studi di lingkungan Universitas Mulawarman.

Dalam pembekalan ini pula, Ketua Panitia KKN Gelombang 47, Kiswanto, Ph.D menjelaskan tentang teknis pelaksanaan KKN. Disampaikan dosen Fahutan ini bahwa tahun 2021 kegiatan KKN akan dilaksanakan secara luring dan daring. Untuk kegiatan secara luring, pelaksanaannya dilakukan apabila domisili peserta KKN sama dengan lokasi KKN, sedangkan jika domisili dan lokasi KKN berbeda maka wajib melaksanakan kegiatan secara daring.

“Program kerja KKN terdiri dari program kerja utama, program kerja unggulan, dan program kerja individu. Tentunya program-program kerja ini harus selaras dengan kebutuhan mitra yang didiskusikan bersama DPL dan PL,” jelas Kiswanto. Ketua P2KPM LP2M Unmul ini menambahkan pula, seluruh program kerja harus menghasilkan luaran berupa artikel atau HKI.

Sesuai dengan tema tahun Desa Tangguh Penyangga Ibukota Negara, maka Kiswanto berharap program kerja harus berbasis program desa tangguh. Tangguh secara ekonomi, tangguh bencana, tangguh pangan, tangguh pendidikan, tangguh teknologi, tangguh kesehatan, tangguh social, dan tangguh budaya.

Lebih lanjut Tim Program KKN, Dr. Miftahur Rohma mengatakan bahwa tema atau core activity harus jelas, fleksibel, dan terintegrasi. Bentuk Interaksi antara dosen, mahasiswa,dan stakeholders (masyarakat, pemerintah, swasta/industry) terjalin secara intens sehingga  keberlanjutan program, hasil dan dampak menjadi terukur. “Kegiatan kombinasi yang seimbang antara Learning process dan Problem solving dan juga Research based Community Service,” ungkap Miftah.

Dr.dr. Swandari Paramitha M.Kes memberi penjelasan dari sisi protokol kesehatan. Ia menegaskan peserta KKN tak boleh lengah. Covid-19 tetap mengintai di setiap kesempatan. Apalagi munculnya Covid dengan varian baru. Ia merujuk pada Negara India yang memasuki gelombang selanjutnya sebab munculnya varian baru tersebut Untuk itu dosen Fakultas kedokteran ini mewanti-wanti agar disiplin protocol kesehatan tetap diterapkan. Jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, dan menghindari berlama-lama di ruang tertutup. “Mari kita jaga tubuh dan mental kita di tengah pandemic ini melalui iman, aman dan imun,” tegasnya.

Tahun ini para mahasiswa peserta KKN diwajibkan mengikuti kegiatan pembekalan sebab pembekalan ini sudah terhitung sebagai kegiatan praktek. Sehingga apabila peserta KKN tidak hadir dalam kegiatan pembekalan maka akan mengulang tahun depan. (Web Admin : Fitriani, Redaktur : Nurliah)

P2KPM, LP2M, Unmul, KKN