LP2MUNMUL – Pembekalan KKN Universitas Mulawarman angkatan 47 tahun 2021 kembali dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman, Sabtu (22/5/2021) secara virtual melalui zoom meeting. Hadir sebagai narasumber sekaligus membuka acara Rektor Unmul, Prof. Dr. Masjaya, Kepala Bappeda Kaltim Prof. Dr. Ir. M Aswin, dan Kepala DPMPD Kaltim M Syirajudin. Moderator acara dipimpin oleh Dr. Dyah Rahayu, S.Psi, M.Si.

Rektor Unmul, Prof. Dr. Masjaya memaparkan kegiatan KKN harus memberi warna tersendiri dalam terpilihnya Ibu Kota Negara RI di Kalimantan Timur. Kehadiran KKN Unmul dapat berkontribusi terhadap masyarakat terutama di wilayah IKN. Ia ingin agar mahasiswa dapat mendampingi masyarakat agar siap dalam proses sebagai ibukota negara. Sesuai dengan tema kkn tahun ini, Desa Tangguh Penyanggah Ibukota Negara, maka mahasiswa mempersiapkan masyarakat agar tangguh ekonomi, tangguh sosial budaya, tangguh teknologi dan tangguh pendidikan.

“Kontribusi mahasiswa tentunya dapat mendampingi masyarakat agar siap menghadapi terbentuknya sebagai ibukota Negara. Jangan sampai seperti ibukota sebelumnya yang masyarakat aslinya terpinggirkan. Sekarang dengan desain ibukota yang lebih siap, Kaltim tidak akan mengalami hal itu,”tegasnya dihadapan 2.000 mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan.

Hal senada disampaikan pula Ketua LP2M Unmul, Anton Rahmadi, Ph.D. Ia menyebut jumlah mahasiswa KKN tersebar di 15 provinsi dan 500 desa. Sebagian besar berada di Kaltim dan Kaltara. “Unmul layak berada di Ibukota Negara sebab mahasiswa yang bergabung di KKN  Unmul tersebar di berbagai provinsi. Bahkan terdapat mahasiswa dari Papua yang menjadi mahasiswa afirmasi,” jelas Anton.

Pada saat yang sama, Ketua Panitia KKN, Kiswanto, Ph.D menguraikan bahwa kkn angkatan 47 tahun 2021 melibatkan 2.480 mahasiswa dan 68 dosen pembimbing lapangan. Jumlah ini diharapkan dapat merealisasikan Desa Tangguh Penyangga IKN dengan melaksanakan 497 program berbasis kelompok, 488 program berbasis lokasi, dan bahkan 2.548 program berbasis individu.

Lebih lanjut, Kiswanto yang juga Koordinator P2KPM LP2M Unmul ini juga menjelaskan bahwa Program KKN tahun ini dikelompokkan menjadi Program Utama yang menjadi kebutuhan dasar di lokasi KKN; Program Unggulan yang menjadi program wajib kelompok, dan Program Individu yang disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa dan dosen. Semua usulan program KKN akan dikomunikasikan dan disinergikan dengan mitra (aparatur desa dan masyarakat), mahasiswa, DPL, perguruan tinggi, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“SDGs Desa dan IDM (Indeks Desa Membangun) akan menjadi pertimbangan utama dalam perumusan Program Unggulan pada KKN tahun ini, sehingga harapannya KKN Universitas Mulawarman bisa membantu Pemerintah Daerah dalam menuntaskan Desa Tertinggal di Kaltim,” tegas Kiswanto.

Sementara itu, Ketua Bappeda Kaltim, Prof. Dr. Ir. HM Aswin mencoba bernostalgia mengingat masa-masa sebagai mahasiswa KKN Unmul tahun 1984. Ketika itu Aswin ber kkn di Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim, lokasi Ibukota Negara RI yang baru. Ia berharap mahasiswa Unmul dapat berkarya secara mandiri sehingga mampu bersaing saat Kaltim telah menjadi Ibukota Negara. “Sebab akan banyak yang berduyun-duyun ke Kaltim dengan penuh persiapan, jika masyarakat Kaltim tidak siap, maka bisa tersingkir dalam persaingan,” tukasnya.

Ia menambahkan pula, ada enam permasalahan dihadapi dalam pembangunan di Kaltim. Yakni, tingginya ketimpangan daya saing SDM, kesejahteraan yang belum terwujud secara adil dan merata. Kemudian, lambannya transformasi ekonomi menuju pengelolaan sumber berkelanjutan, belum optimalnya pemerataan dan pengembangan pelayanan infrastruktur dasar.

"Dan meningkatnya resiko penurunan kualitas lingkungan hidup dan tata pemerintahan belum menghasilkan layanan dan kebijakan publik yang berorientasi kepada kedaulatan masyarakat," jelas Aswin.

Pada kesempatan itu, Kepala DPMPD Kaltim, M Syirajudin meminta dukungan mahasiswa KKN untuk dapat membantu aparatur pemerintah daerah dan masyarakat melakukan pendataan SDGs Desa. Kegiatan SDG’s Desa ini akan merealisasikan 12 poin data, yakni data identifikasi kerjasama antar desa dan kerjasama sama desa dengan pihak ketiga, data identifikasi pengembangan pembangunan kawasan perdesaan, dokumentasi atau video pengembangan pembangunan kawasan perdesaan prioritas kabupaten, dan pembangunan penyebaran kuesioner monev P3MD Provinsi Kaltim tahun 2021.

Selain itu ditambahkan Iyad, Sapaan akrabnya, bahwa kegiatan SDG’s Desa ini juga menyebarkan kuesioner tentang profil desa dan kelurahan, data desa yang memiliki masyarakat hukum adat Kaltim tahun 2021, instrumen identifikasi dan inventarisasi masyarakat hukum adat di Kaltim, dan instrumen identifikasi dan inventarisasi masyarakat hukum adat di Kaltim, dan data masyarakat Desa Kampung dan kelurahan Kaltim. Selanjutnya juga data kelompok masyarakat (pokmas) kelompok pengelola sarana penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat (KP-SPAM), data fasilitasi umum prasarana dan sarana desa, pemukiman masyarakat membantu penyebaran kuesioner tentang posyantek dan pemanfaatan teknologi tepat guna TTG dan data teknologi tepat guna yang ada di daerah pelaksanaan KKN.

"Data-data ini sesuai kebutuhan kita dalam pendataan SDGs. Semoga dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat kali ini bisa sekaligus membantu tugas DPMPD. Apalagi ini langsung di desa. Bisa langsung kumpulkan data yang dibutuhkan, " tambahnya.

Menurutnya KKN Unmul Angkatan 47 dapat melaksanakan program berbasis SDGs Desa. Melalui SDGs Desa mahasiswa KKN dapat membuat program sesuai dengan  SDGs Desa pembangunan yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan. Diantarnya adalah desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, Pendidikan desa berkualitas, keterlibatan perempuan desa, desa layak air bersih dan sanitasi, desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan, dan Kawasan permukiman aman dan nyaman.

Kemudian konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, desa tanggap perubahan iklim, desa peduli lingkungan laut, desa peduli lingkungan darat, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

“Melalui pelaksanaan KKN berbasis program sesuai SDGs diharap meningkatnya kualitas SDM aparatur desa/kelurahan masyarakat Kaltim, meningkatnya kualitas Lembaga kemasyarakatan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pengembagan usaha ekonomi masyarakat dan keluarga serta penguatan Lembaga ekonomi. Pendek kata kita berharap mahasiwa peserta KKN memberikan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat desa. Diantaranya pendidikan seperti membuka kelas pelatihan Bahasa Inggris, pemanfaatan IT dan lain sebagainya sesuai bidang ilmu yang dimiliki," pungkasnya. (NRH)

 

 

P2KPM, LP2M, Unmul, KKN