LP2MUNMUL -- Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman berkolaborasi dengan Prodi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Kalimantan (FTSP-ITK), Prodi S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan (Fahutan) dan Prodi S1 Teknik Lingkungan Fakultas Teknik dalam melakukan penelitian tentang Penanggulangan Banjir di Samarinda, Sabtu (24/4/2021).

Penelitian kolaboratif ini melibatkan pula sejumlah mahasiswa di lingkungan Unmul. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting penelitian ini, sebab wilayah yang akan menjadi penelitian adalah wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus, Karang Asam Besar, Karang Asam Kecil dan Loa Buah. Dalam supervisi PPIIG-LP2M dan sejumlah dosen ITK, Fahutan dan FT, mahasiswa akan terlibat dalam proses pengamatan, pemantauan menggunakan drone, pemetaan berbagai kondisi saluran dan sungai, pemetaan kawasan banjir, identifikasi dan lainnya.

“Wilayah yang menjadi fokus adalah DAS Karangmumus, Karangasam Besar, Karangasam Kecil dan Loa Buah. Kenapa? karena wilayah tersebut sampai hari ini masih bermasalah dari segi hidrologi dan hidrolika sehingga selalu banjir saat hujan deras,” jelas Koordinator PPIIG-LP2M Unmul, Y. Budi Sulistioadi, Ph.D

Ia memaparkan pula beberapa proses sudah mereka lakukan bersama mahasiswa diantaranya melakukan Penggunaan drone untuk Pemantauan Keberhasilan Rehabilitasi Hutan, Pemetaan Rawan Banjir dan Identifikasi Kondisi Hidrolika Saluran dan Sungai di Sub DAS Loa Buah, Sub-sub DAS Mugirejo dan Sempaja yang sudah dilakukan, disusul dengan Sub DAS Karangasam Besar, Karangasam Kecil, Sub-sub DAS Lingai dan Betapus yang akan dilakukan tahun ini, Pemetaan Batimetri Sungai menggunakan Echosounder, identifikasi laju infiltrasi berdasarkan sifat fisik tanah pada Sub DAS Karangasam Besar, Pemetaan Tutupan Lahan menggunakan Drone hingga evaluasi Tata Ruang di Sub DAS Karangasam Besar dan Sub-sub DAS Bengkuring.

“Rekomendasi umum hasil penelitian ini adalah akan menjadi informasi rinci untuk masing-masing DAS untuk membantu mitigasi banjir dari hulunya, bukan dari segi struktur bangunan air yang selama ini sudah selalu dilakukan,” terang dosen Fahutan ini.

Kendati penelitian ini merupakan penelitian mandiri, namun PPIIG-LP2M menjadi fasilitator dengan menyediakan fasilitas berupa drone, GPS portabel, software pengolahan data peta dan asistensi teknis lainnya.

“PPIIG juga sebenarnya sudah selalu mengkoordinir PKL di institusi yang menyelenggarakan informasi geospasial seperti Bappeda Provinsi Kaltim yang hingga saat ini masih berjalan. Saat ini kerjasama lewat format PKL juga akan dimulai dengan Bapelitbang Kota Bontang. Sebagaimana penelitian yang dijelaskan sebelumnya formalitas kegiatan PKL juga dilakukan lewat fakultas masing-masing” tandasnya. (Web Admin : Jahlil, Redaktur : Nurliah)

LP2M Unmul, PPIIG, Banjir