LP2MUNMUL – Pembekalan KKN Universitas Mulawarman angkatan 47 tahun 2021 kembali dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman, Sabtu (5/6/2021) secara virtual melalui zoom meeting. Tema pembekalan keempat adalah SDG’s Desa.

Untuk membahas tema tersebut, hadir sebagai narasumber sekaligus membuka acara Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono, Direktur Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi Kemendesa PDTT, Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si, MT, General Manager Consumer Sales Telkomsel Region Kalimantan Division, Benedictus Ardiyanto Priyo, dan Kepala Pusat Pemetaan Wilayah (PBW) Badan Informasi Geospasial (BIG), Astrit Rimayanti, ST, M.Sc. Moderator acara dipimpin oleh Dr. Dr. Swandari Paramita, M Kes.  

Dalam memberikan pengantar kegiatan pembekalan, Ketua Panitia KKN, Kiswanto, Ph.D, memaparkan tentang kehadiran sejumlah narasumber dalam kegiatan ini. Materi-materi dari para narasumber tersebut diharapkan  dapat memberi motivasi bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam SDGs Desa. Terkait keterlibatan Telkomsel Kiswanto menilai SDGs Desa dapat terwujud dengan adanya fasilitas di desa terutama mengenai keterjangkauan internet.Sementara Badan Informasi Geospasial (BIG) memberikan wawasan tentang pemberian batas desa. Selama ini menurut Kiswanto masih banyak desa yang belum memiliki batas yang jelas. SDGs Desa dapat tercapai jika terlebih dahulu menyelesaikan batas desa sehingga bisa terwujud pencapaian ekonomi dan kesejahteraan di desa.

“Harapannya akan ada lagi pembekalan kelima dengan tema Digitalisasi Desa. Serta ada pelatihan buat mahasiswa terkait open street desa,”ungkapnya.

Sebelum membuka acara secara resmi, Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono, berbagi kenangan kepada 2.450 mahasiswa peserta kkn. Ia mengenang ketika mengikuti pembekalan kkn Unmul tahun 1982. Menurutnya pembekalan kkn saat ini sangat berbeda dengan dulu. Saat itu, pembekalan dilakukan dengan mengumpulkan mahasiswa di sebuah gedung GOR Segiri. Pesertanya sangat banyak sehingga penjelasan banyak yang tak bisa dipahami selama pembekalan tiga hari tersebut. Namun berbeda saat ini karena pembekalan menggunakan teknologi secara virtual yang membuat mahasiswa dapat penjelasan dengan baik dengan berbagai tema untuk berbagai program kkn.

“Ini wujud konkrit terhadap pengalaman dan pengetahuan khususnya dalam rangka ikut membangun masyarakat desa untuk bisa membangun dan mensejahterakan. Tentu dalam situasi dan tantangan seperti ini pembekalan ini jadi hal penting dan strategis terutama dapat bagi mahasiswa yang tentunya berbeda saat kuliah, disini mendapatkan pengetahuan yang sifatnya praktis dan actual dari narasumber pusat, daerah dan perusahaan swasta sehingga berpengaruh bagi mahasiswa mengimplementasikan dalam program kkn,” terang Mustofa.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Perwujudan Kawasan Transmigrasi Kemendesa PDTT, Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si, MT, menjelaskan masalah desa masih belum usai. Pasalnya memasuki tahun 2017-2020 desa sudah dapat menekan angka kemiskinan. Namun masa pandemic hadir kembali memunculkan kenaikan angka kemiskinan di desa. Hal ini menurut Bambang perlu kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasinya.

“Potret masalah desa membaik, tapi perjuangan belum usai. Muncul berbagai ketimpangan antara desa dan kota. Maka kita bersama lembaga lainnya terutama pihak kampus dapat berkolaborasi dengan menyesuaikan prinsip SDGs Desa,” tuturnya.  

Bambang memaparkan SDGs Desa adalah upaya terpadu percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui perwujudan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya. Targetnya adanya arah perencanaan pembangunan desa berbasis kondisi faktual (evidence)  dan  intervensi  Pemda (Provinsi, Kab/kota) dan swasta untuk mendukung pembangunan desa.

“Berjamaah menuju SDGs Desa dengan Pelaksanaan SDGs melibatkan semua pemangku kepentingan. Dengan menggunakan system cerdas Pentahalex sehingga ada inovasi pembangunan, ekonomi kreatif, gagasan inovasi dan Iptek dan inovasi bisnis. Dari universitas dapat mendesain tema riset berdasarkan tipologi Desa SDGs,” paparnya.

Pihak General Manager Consumer Sales Telkomsel Region Kalimantan Division, Benedictus Ardiyanto Priyo, menekankan sinergitas dalam membagi dan belajar terhadap Universitas Mulawarman dan industry. Pihak Telkomsel ingin memberikan yang terbaik dan maksimal  dalam konteks pengembangan negeri dan antar negara agar dapat terkoneksi.

“Pertumbuhan sebuah bangsa sangat erat kaitannya dengan bagaimana pertumbuhan industry dalam jasa layanan internet. Dimana tentunya dalam hal ini kami melayani tak hanya di wilayah kota tetapi juga di wilayah 3 T, Terluar Tertinggal dan Terpencil,”tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pemetaan Wilayah (PBW) Badan Informasi Geospasial (BIG), Astrit Rimayanti, ST, M.Sc menjelaskan bahwa sampai dengan Januari 2021, Batas wilayah Kabupaten/Kota yang berstatus Definitif sudah mencapai 67,9%. Penyediaan data Batas Wilayah hingga tingkat administrasi Desa/Kelurahan berstatus indikatif sudah dilakukan oleh BIG sampai dengan Tahun 2019. BIG bekerja berdasarkan Permendagri No. 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Berdasarkan hal itu, BIG melakukan Penetapan Batas Desa, Penegasan Batas Desa dengan penentuan titik-titik koordinat batas Desa yang dapat dilakukan dengan metode kartometrik dan/atau survey di lapangan, yang dituangkan dalam bentuk peta batas dengan daftar titik-titik koordinat batas Desa serta melaksanakan penetapan dan penegasan batas Desa dengan membentuk Tim PPB Desa.

“Badan Informasi Geospasial sebagai instansi teknis dan anggota tim PPBDes Pusat. Badan Informasi Geospasial mempunyai tugas menyiapkan kebijakan umum terkait teknis dan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap teknis penetapan dan penegasan batas desa,” tandas Astrit. (NRH)

P2KPM, LP2M, Unmul, KKN, SDGs