LP2MUNMUL – Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia merupakan kebutuhan internal sebuah organisasi. Lazimnya organisasi yang terus berkembang menuju kualitas yang unggul, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman tentu tak ingin tertinggal dalam memberdayakan kualitas staf tendik. Untuk itu, lembaga pengembangan serta pemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi Unmul menggelar kegiatan pelatihan (workshop) Penyusunan SOP dan Tata Kelola Naskah dan Administrasi mulai tanggal 7 – 9 Juni 2021.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini (dilakukan secara daring dan luring) menghadirkan pembicara dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unmul, Penny Pujowati, SP, M.Si dan Pengajar di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Dr. Rosmini, SH, MH. Hadir memimpin jalannya kegiatan sebagai moderator adalah Khairunnisa dan master of ceremony dibawakan oleh Fitriah. 

Sekitar 25 staf tendik LP2M Unmul mengikuti dengan antusias pelatihan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka mendengarkan dengan tekun materi yang disampaikan Penny Pujowati tentang Penyusunan SOP (Tahapan dan Sistematikanya), Senin (7/6/2021). Seluruh peserta menyaksikan pemaparan materi di ruang rapat lantai III LP2M Unmul. Setelah materi disampaikan, peserta melakukan praktik pembuatan SOP. Penny mendapat bantuan dari Kepala Bagian Umum, M Sunusi dan Kasubag Datin, Sri Purwatiningsih. 

Saat memberikan pengantar pada pelatihan hari pertama tersebut, Sekretaris LP2M Unmul, Unis Sagena, Ph.D menyampaikan rasa bangga terhadap para tendik yang memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar. Ia mengungkapkan tentang pentingnya pelatihan ini sebab menurut Unis tujuannya adalah agar dapat meningkatkan SDM Tendik karena tendik adalah unsur penting dalam lembaga. “Terutama pula agar tendik dapat menyamakan persepsi mengenai standar baku SOP kelembagaan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LP2M Unmul, Anton Rahmadi, Ph.D, mengatakan pelatihan ini sebagai langkah awal persiapan menuju standar pelayanan internasional ISO 9001. Dengan standar pelayanan ini maka semua proses layanan dilakukan secara digital. Dengan ISO 9001 ini pula memungkinkan pelayanan jasa yang dilakukan LP2M Unmul terbentuk adanya standar biaya jasa.

“Bayangannya LP2M nantinya akan memilik loket satu pintu dalam pengurusan surat masuk, tanda tangan, kehilangan sertifikat, mediasi paten dan lain-lainnya. Semua dari satu pintu lalu akan didistribusikan ke masing-masing bagian,” jelas Anton.

Penny menjelaskan bahwa SOP adalah serangkaian instruksi tertulis yang di bakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa yang lakukan. Khusus di LP2M maka SOP harus berlandaskan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Penny menambahkan ada 8 standar penelitian dan 8 standar pengabdian kepada masyarakat (pkm) yang menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai standar SPMI.

Untuk penelitian yakni Standar Hasil Penelitian, Standar Isi Penelitian, Standar Penilaian Penelitian, Standar Peneliti, Standar Sarpras Penelitian, Standar Pengelolaan Penelitian dan Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian. Sedangkan untuk pkm adalah Standar Hasil pkm, Standar Isi pkm, Standar Proses pkm, Standar Penilaian pkm, Standar Pelaksanaan pkm, Standar Sarpras pkm, Standar Pengelolaan pkm, dan Standar Pendanaan dan Pembiayaan pkm.  

 “Ada dua prosedur yang dibuat sesuai SPMI yakni prosedur untuk kegiatan yang bersifat teknis (technical SOP) yaitu prosedur standar yang sangat rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh satu orang aparatur atau pelaksana dengan satu peran atau jabatan dan prosedur untuk kegiatan yang bersifat administrative (administrative SOP) yaitu prosedur standar yang bersifat umum dan tidak rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang aparatur atau pelaksana dengan lebih dari satu peran atau jabatan,” jelas Penny yang juga pengajar di Fakultas Pertanian Unmul. (NRH)

LP2M Unmul, SDM, Tendik, ISO 9001