LP2MUNMUL – Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman, kembali memberikan pembekalan KKN, Sabtu (29/5/2021) terhadap mahasiswa KKN angkatan 47 tahun 2021 secara virtual melalui zoom meeting. 

Pembekalan KKN ketiga ini lebih memperkaya pemahaman mahasiswa sekaligus memotivasi dalam membuat program KKN yang lebih inovatif. Sebab hadir pembicara dari PT Aplikasi Anak Bangsa (PT. Gojek Indonesia) digabungkan dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka oleh LP3M Unmul.

Memantik wacana kerjasama pengembangan program KKN ini, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono mengatakan apresiasinya terhadap LP2M Unmul yang telah bekerja keras mendesain tema KKN tahun ini. Ia menjelaskan tentang pentingnya pembekalan ini sebab pada akhirnya mahasiswa yang bertugas menjadi perwakilan Unmul dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

“Program-progam yang dibuat mahasiswa tentu sangat tergantung pada pemahaman terhadap semua aspek dalam KKN, oleh karenanya sangat penting mahasiswa terlibat aktif dalam pembekalan ini,” jelasnya.

Sebelum membuka acara Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr, Masjaya memberikan wejangan agar aktifitas Universitas Mulawarman jangan berhenti sama sekali meski pandemi, namun membuat aktifitas yang lebih cemerlang yang bisa dilakukan untuk memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

“Ini sebuah isyarat bahwa KKN  ini sesuai tema KKN tangguh secara ekonomi, tangguh teknologi dan tangguh sosial budaya dan tangguh lainnya. Ini artinya ketangguhan-ketangguhan ini harus kita ciptakan kepada masyarakat desa dengan mendampingi ekonomi desa melalui Ukm dan bumdesnya dan lain-lainnya,” papar Rektor.  

Ketua LP2M Unmul, Anton Rahmadi, Ph.D memberi jawaban tentang kehadiran PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek) dalam pembekalan kkn hari ini. Menurut Anton, latar belakangnya tentang pengalaman Unmul bertahun-tahun dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat. Dalam pembinaan itu, Unmul tidak sendiri seringkali melibatkan kerjasama dengan lembaga lain. Seperti kegiatan fenomenal di Berau yang diganjar dengan berbagai penghargaan. Berawal dari data dan hasil pengumpulan potensi desa oleh kkn tahun 2020 di Berau menghasilkan empat program yang menghasilkan kerjasama yakni Program Mahasiswa Membangun Desa, Program Pengabdian Masyarakat untuk Dosen dan Tendik, Program pembinaan masyarakat Desa dan Hibah Peralatan. Program ini didukung oleh Ristek Brin dan Bank Syariah Mandiri.

“Hasilnya adalah bias kita ikutkan dalam lomba inovasi. Jadi kegiatan kkn ini bisa jadi awal  dikembangkannya program yang bisa kerjasama dengan dosen untuk membuat penelitian pengabdian, penelitian pengembangan teknologi yang berbasis penyelesaian masalah. Dari situ dapat menghasilkan luaran berupa jurnal dan Haki,” terang Anton.

Kerjasama dengan Gojek saat ini sebab Unmul tengah mengajukan Project kerjasama antara LP2M Unmul dan Gojek yang telah memasuki lolos tahap kedua. Jika ini terealisasi maka output bagi Unmul akan semakin banyak. Sebab program ini melibatkan 20 dosen dan 70 mahasiswa dan alumni. Program ini terutama menargetkan mahasiswa dan alumni yang berminat dalam membangun kewirausahaan dan Start Up bisnis. Dua lembaga penting di lingkungan Unmul juga ikut terlibat yakni IN2BIS dan UPT Perkasa.  

“Apa yang kita harapkan dalam program ini bahwa dosen akan menjadi dosen penggerak, dimana ada kegiatan magang, penelitian kerjasama, pengabdian masyarakat dalam membentuk luaran-luaran berupa publikasi dan Hki serta mahasiswa akan mendapat sertifikat dan kegiatan yang mereka ikuti dapat dikonversi sebagai pengganti Pkl maupun Skripsi,” paparnya.

Sementara itu, Regional Consumer Engagement Head Gojek Indonesia Timur, Irwansyah Fansury menjelaskan bahwa kehadiran mereka dalam kegiatan kkn Unmul sesuai dengan gagasan kelahiran Gojek yakni lahir dari ide sederhana untuk memberikan solusi. Ia berujar bahwa kkn saat ini tidak lagi sebuah kkn yang biasa-biasa saja. Kkn saat ini, imbuhnya, harus benar-benar memahami kondisi desa, sehingga dapat diidentifikasi apa potensi dan masalahnya. Dari situ, mahasiswa dapat membantu untuk menyelesaikan masalahnya.

“langkah krusial dimana saat ini kita menghadapi adanya inefisiensi, kekurangan empowermen atau ada potensi yang belum dioptimalkan. Jika kita sambungkan dengan akselerasi program Maju Bersama 1000 start up, ketika teman-teman mahsiswa di tempat kkn ada masalah maka nanti kita bisa kerja bareng. Mahasiswa mengidentifikan masalah, nanti kita bantu membuatnya menjadi sebuah proposal dan program. Kita ikutkan dalam Camp Intensive selama 2-3 bulan belajar desain, metodologi start up dan memecahkan masalah. Nantinya kita bisa dapatkan funding dan kesempatan presentasi di hadapan top investor,” urai Irwansyah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP3M UNMUL, Prof. Dr. Lambang Subagiyo menjelaskan bahwa konsep Merdeka Belajar Unmul tak lepas dari visi misi Unmul yaitu mewujudkan Unmul standar internasional dan mengoptimalkan PIP unmul sebagai lingkungan tropis.

“PIP Unmul ini harus terinternalisasi pada mahasiswa sesuai dengan karakteristik lingkungan tropis namun disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Misalnya saat ini kita sedang berada di lingkungan digital 4.0 atau 5.0  yang serba digital sehingga harus menyesuaikan dan berkompetensi pada kondisi tersebut,” jelasnya.(NRH)

P2KPM, LP2M, Unmul, KKN, Gojek