KORANKALTIM.COM, SAMARINDA– Berbagai produk inovasi dan hasil penelitian dari civitas akademika kerap tak terdengar gaungnya di masyarakat. 

Beragam hasil penelitian dan karya inovasi dosen dan mahasiswa hanya dinikmati dan beredar di kalangan terbatas saja. Padahal sangat berguna bagi masyarakat. Semisal pupuk organik, Aplikasi Jalan Kita, vitamin ikan, minuman dan makanan herbal perkuat imun, teknologi tepat guna dan lain sebagainya.

Berdasarkan kondisi itulah, Universitas Mulawarman (Unmul) membentuk Pusat Produk Inovasi dan Inkubator Bisnis (PPIIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul.

Selain sebagai pusat database, PPIIB LP2M Unmul juga akan menjadi pusat kerjasama dengan berbagai perusahaan industri, UMKM, dan usaha bisnis lainnya untuk mengembangkan hasil inovasi dan penelitian dosen dan mahasiswa dalam bentuk produk yang layak jual sehingga bisa mudah dinikmati masyarakat.

“Kita ke depannya inginkan ada nilai tambah dari produk-produk inovasi dan hasil riset dosen dan mahasiswa sehingga menjadi bentuk pengabdian pada masyarakat. Ini akan menjadi aksi nyata kita sehingga memunculkan dalam bentuk kebijakan dan dimanfaatkan masyarakat,” jelas Kepala Pusat PPIIB LP2M Unmul, Dr. Hadi Pranoto, SPMP, dalam rilis yang diterima korankaltim.com, Sabtu (29/8/2020).

Sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis, sangat kurang jika tak memiliki gedung etalase dan workshop untuk memajang berbagai karya-karya inovatif dan bengkel pembuatan produk. 

Sehingga dalam waktu dekat pula, Hadi Pranoto bersama LP2M Unmul berencana merealisasikan pembangunan tersebut. Pasalnya, di hampir seluruh universitas-universitas di Jawa telah memiliki gedung yang memajang berbagai hasil inovasi dosen dan mahasiswa. 

“Idealnya etalase dan workshop ini berada di depan kampus, karena tamu-tamu, asesor maupun masyarakat ketika ingin masuk ke kampus langsung dihadapkan dengan karya dan hasil inovasi dosen dan mahasiswa. Sehingga memberi citra yang bagus bagi kampus, bahwa hasil riset dan inovasi dosen dan murid memiliki kegunaan bagi masyarakat,” terang Hadi yang juga adalah Tim Pendamping Bisnis Mahasiswa Penerima Hibah Program Mahasiswa Wirausaha ini.  

Khusus untuk inkubator bisnis, menurut Hadi, mereka akan mendata hasil riset dosen dan mahasiswa yang telah dikembangkan menjadi tenant, diidentifikasi dan selanjutnya dilakukan langkah strategis untuk pengembangannya. Baik melalui pelatihan, workshop dan training/magang di perusahaan-perusahaan. 

Pihaknya juga akan aktif mendorong produk inovatif dosen dan mahasiswa agar bisa diikutsertakan dalam pameran-pameran atau ekspo baik tingkat regional maupun nasional.

“Kami akan memprogramkan dalam satu tahun ada minimal satu kali menyelenggarakan ekspo produk inovatif unmul," bebernya. 

Program utama tahun 2021, lanjut dia, PPIIB LP2M Unmul juga mempersiapkan administrasi dan persyaratan pengusulan registrasi inkubator bisnis Dikti, dimana dengan teregristrasinya inkubator bisnis maka pusat ini bisa menjadi rujukan pengembangan inkubator bisnis masyarakat (umum), bisa melaksanakan pelatihan, hingga pendampingan bisnis.

"Sehingga lembaga ini dapat meningkatkan pengabdian ke masyarakat,” tandas pria yang juga menjadi salah satu pengelola UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) Unmul.

Editor: M.Huldi

Artikel berita ini sudah dirilis sebelumnya oleh Koran Kaltim, untuk mengunjungi artikel berita asli dapat mengunjungni tautan: https://korankaltim.com/read/pendidikan/35540/database-produk-inovasi-dosen-mahasiswa-dan-masyarakat-akan-hadir-melalui-ppiib-lp2m-unmul

Inovasi, ppiib, universitas mulawarman