LP2MUNMUL – Pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 47 tahun 2021 dihadiri sedikitnya 70 peserta, Rabu (19/5/2021) melalui platform zoom. Wacana utama yang menjadi pembahasan dalam pembekalan ini menyangkut peran, wewenang, dan tanggung jawab DPL. Selain tiga hal itu, pembahasan mengenai luaran (output) yang wajib dihasilkan DPL tak luput dibedah. Terutama karena luaran berupa jurnal ilmiah, buku, HAKI menjadi salah satu parameter pemeringkatan sebuah lembaga pendidikan.

Demikian yang mengemuka dalam pembekalan khusus supervisor lapangan pada rapat yang digelar Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman yang  mengusung tema “Desa tangguh penyangga ibukota Negara”. Moderator rapat dipimpin langsung oleh Dr. Hadi Pranoto.

“KKN tahun ini sangat berbeda dengan KKN seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini luaran yang dihasilkan DPL wajib dibuat. Ini bagian dari tanggung jawab publik untuk meningkatkan performa lembaga,” jelas Ketua LPPM Unmul, Anton Rahmadi, Ph.D saat memberikan sambutan pada pembekalan tersebut.

Pada saat yang sama, Dina Lusiana S, M. Kes, salah satu panitia KKN, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan KKN dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Untuk itu protokol kesehatan masih jadi kewajiban dalam melaksanakan KKN. Dalam pelaksanaan rapat-rapat DPL dan mahasiswa tidak boleh melibatkan masayarakat dalam kapasitas yang besar. Kendati begitu, program KKN harus tetap dijalankan dengan tema program mendukung Kaltim sebagai Ibukota Negara.

“KKN  tetap berbasis program yang mendukung sebagai Ibukota Negara sesuai tema kita Desa Tangguh Pengangga Ibukota Negara. Program yang dapat direalisasikan mengajar, pusat teknologi, penguatan Bumdes, pendampingan UKM dan desa tangguh. Jangan lupa kewajiban DPL selain membuat program bersama mahasiswa juga membuat luaran minimum satau luaran,” jelas Dina.

Dina menegaskan DPL harus menjaga nama baik lembaga dalam pelaksanaan KKN  dengan menjalankan dan mengendalikan kegiatan, prilaku dan moralitas maupun etika mahasiswa selama masa KKN. Tanggung jawab DPL, lanjut Dina, tetap mendampingi mahasiswa baik dalam survey, FGD, penyerahan ke lokasi kkn dan ketepatan dalam pelaporan dan pengaploadan tugas.

Sementara itu Rudi Agung Nugroho, Ph.D memberikan trik dan tips strategi dalam menghasilkan luaran. Senada dengan para pemateri lainnya. Rudi juga mewanti-wanti kewajiban membuat luaran oleh DPL. Terutama luaran yang berkualitas dan terukur. Artinya artikel yang dibuat DPL harus termuat dalam jurnal-jurnal terakreditasi. Sehingga Rudi mengharapkan ketelitian DPL dan mahasiswa dalam membuat laporan yang diperuntukkan sebagai artikel jurnal.

“Sebenarnya banyak yang bisa jadi luaran selain jurnal, juga HAKI. Haki ini bisa dibuat dari karya mahasiswa ketika membuat tutorial dalam bentuk video. Sekarang lagi tren Tik Tok, di platform ini bisa juga buat video tutorial tapi hati-hati bukan dicopy dari karya orang lain tetapi harus kreatifitas karya sendiri. Itu yang bias dibuatkan Haki-nya,” terangnya.(Web Admin : Fitriani, Redaktur : Nurliah)

P2KPM, LP2M, Unmul, KKN